Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
Ragam Hias Batik

            Ragam hias batik banyak sekali karena budaya batik dikenal oleh hampir semua suku di Indonesia. Ragam hias (motif) batik ada yang dibuat hanya untuk memenuhi selera keindahan, tetapi ada pula yang dibuat dengan tujuan lain. Di Pulau Jawa hampir seluruh motif bias batik diciptakan dengan suatu harapan. Misalnya, motif batik Sidomukti mempunyai garis¬garis corak yang merupakan pengungkapan harapan agar pemakainya dapat mengalami hidup mulia dan berkecukupan.

            Di Pulau Jawa ragam batik dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu motif batik Solo-Yogya dan pesisir. Ragam bias batik Solo -Yogya bersifat simbolis atau perlambang, dengan latar belakang kebudayaan Hindu dan Kejawen. Antara lain ada motif sawat atau lar yang melambangkan mahkota atau penguasa tinggi. Motif merit atau pagoda melambangkan alam, bumf, atau gunung. Gambaran naga melambangkan air. Burung melambangkan dunia atas atau angin. Modang atau lidah api menggambarkan panas atau nyala api. Batik Solo-Yogya juga ditandai dengan warna-warna yang dominan, yakni cokelat sogan, biru wede/ati(indigo), hitam, dan putih.

           Motif batik pesisir banyak dipengaruhi oleh ragam hias yang berasal dari budaya asing, terutama Cina. Bentuk gambarnya lebih bersifat naturalis. Wama batik pesisir juga lebih beraneka ragam. Misalnya batik warna biru ada beberapa macam, mulai dari biru muda sampai biru tua. Demikian pula wama merah, kuning, cokelat. Batik pesisiran yang terkenal adalah batik Pekalongan, Lasem, Madura. dan Cirebon.

            Penggolongan batik atas dua golongan besar itu, masih dapat dibagi lagi menurut ciri daerah masing-masing. Dalam budaya batik dikenal batik Solo, Yogya, Wonogiri, Banyumas, Madiun, Cirebon, Garut, Pekalongan, Lasem, Madura, Jambi dan sebagainya. Setiap batik tersebut memiliki ciri khusus, baik pada ragam hias maupun warnanya. Misalnya, pada batik yogya ada bagian ragam hias yang disebut dele kecer dan jenis ukel, seperti ukel cantel, ukel tutur, dan ukel mote. Batik Cirebon, yang terpengaruh budaya Cina, Arab, dan Cirebon, mempunyai ragam bias yag menggambarkan binatang khayal seperti peksi naga liman dan singa barong.

Selanjutnya anda bisa membuka website di bawah ini :

http://requestartikel.com/jenis-jenis-batik-201011227.html

Batik Pesisir

Istilah batik "pesisir" muncul karena letaknya berada di daerah pesisir utara pulau jawa seperti Cirebon, Indramayu, Lasem, Bakaran, dan lain sebagainya. Pola yang ada pada batik pesisir lebih bebas dan warnanya lebih beraneka ragam, dikarenakan pengaruh budaya luar yang begitu kuat. Tidak seperti batik keraton, batik pesisir lebih ditujukan sebagai barang dagangan. Di samping itu budaya luar pada batik pesisir sangat mempengaruhi bentuk ragam hias batik-nya terutama pada saat masuknya agama Islam pada abad 16. Ragam flora non figuratif menjadi alternatif dalam motif batik pesisir dikarenakan adanya larangan dikalangan ulama Islam dalam menggambar bentuk-bentuk figuratif.
Dalam sejarah perkembangan batik pesisir mengalami kemajuan sekitar abad ke-19, hal yang menyebabkan kemajuannya adalah karena adanya kemunduran produksi tekstil dari India yang selama itu menjadi salah satu produsen kain terbesar yang dijual ke pulau jawa dan mengakibatkan banyak konsumen beralih ke kain batik.
Puncak perkembangan batik pesisir adalah di masa pengusaha Indo-Belanda yang berperan pada usaha pembatikan. Batik tersebut dikenal dengan nama "Batik Belanda". Selain pengusaha dari belanda pengusaha Cina juga ikut dalam usaha pengembangan batik pesisir.
Batik pesisir memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ragam hias motif batiknya bersifat natural dan mendapat pengaruh kebudayaan asing secara dominan.
- Warna beraneka ragam
Batik pesisir terbagi menjadi delapan model :
1. Batik pesisir tradisional yang merah biru
2. Batik hasil pengembangan pengusaha keturunan, khususnya Cina dan indo Eropa
3. Batik yang dipengaruhi kuat oleh Belanda
4. Batik yang mencerminkan kekuasaan kolonial
5. Batik hasil modifikasi pengusaha Cina yang ditujukan untuk kebutuhan kalangan Cina
6. Kain panjang
7. Batik hasil pengembangan dari model batik merah biru
8. Kain adat
Berdasarkan motifnya batik pesisir terdiri dari:
a. Batik India atau Batik Sembagi
b. Batik Belanda
Proses Pembuatan Karya Seni Patung
SENI PATUNG
Seni Patung adalah  cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud 3 dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting ( dengan cetakan).
Ada beberapa teknik untuk membuat patung, di antaranya ::
1.  
Teknik pahat atau ukir
yaitu teknik membuat patung dengan bermedia bahan benda keras  seperti  kayu,batu,es batu balok,perak.
 Pada cara ini dibutuhkan alat perangkat keras seperti  gergaji,pahat,palu ,dan lainnya.
Dan membutuhkan bahan – bahan seperti, balok es, batu, kayu, gading, tulang, tanduk dan lainnya.
Proses pembuatan patung teknik pahat  ::
Langkah 1
·        Siapkan balok kayu sesuai dengan ukuran dan pola yang kita gambar
·        Pindahkan gambar/pola di atas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu keliahatan dari semua sisi (atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang)
Langkah 2
·        Berilah selotip melingkar pada balok. Selotip ini berfungsi sebagai pengikat. Jika dilakukan pemotongan/kayunya sambungan. Tetapi, jika dipahat langsug tidak perlu menggunakan selotip
Langkah 3
·        Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari 4 sisi. Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global
Langkah 4
·        Buatlah bentuk global. Bandingkan dengan gambar/pola. Usahakan mendekati bentuknya.
·        Gosoklah dengan menggunakan kertas gosok atau amplas. Penggosokan dilakukan dengan 2 tahap
Langkah 5
·        Lanjutkan dengan membuat detail bagiannya
·        Haluskan dengan amplas lagi
Langkah 6
·        Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin
2. Teknik butsir
teknik butsir adalah teknik membuat patung dengan menggunakan bahan lunak (tanah liat, bubur kertas, malam butsir, dll). Bahan tersebut bersifat plastis (mudah dibentuk sesuai keinginan) Sedangkan bahan yang dapat dipakai dalam teknik ini antara lain tanah liat, plastisin, bubur kertas dan sejenisnya.
Untuk membuat patung dengan Teknik butsir, membutuhkan alat – alat sebagai berikut : sudip ,pisau, tali pemotong, rol penggilas serta pahat pendukung lainnya.
Bahan untuk membuat patung dengan teknik butsir adalah tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur kertas, sabun, dan gips.
Proses pembuatan patung dengan teknik butsir adalah :
·        Siapkan tanah liat atau plastisin
·        Siapkan alat bantu butsir dan air
·        Siapkan meja putar (jika ada)
·        Siapkan gambar rancangan patung
·        Tempatkan tanah liat atua plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit
·        Pijat – pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan secara global
·        Jika bahan kurang bisa di tambah, sebaliknya bila berlebih bisa dikurangi
·        Sempurnakan bentuk dengan alat bantu
·        Berikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan di haluskan
3. Teknik cor
Teknik cor adalah membuat patung dengan cara mencairkan bahan, kemudian dituangkan ke dalam alat cetak dan ditunggu sampai mengeras kembali.
Bahan bahan teknik cor antara lain semen dan pasir, besi yang di lelehkan, perunggu, kuningan, emas, perak, tembaga, dan bahan bahan lainnya. Sedangkan alatnya yaitu cetakan
Proses pembuatan patung teknik cor ::
·        Siapkan semen dan pasir yang sudah disaring
·        Siapkan cetakan, ember, sendok adonan, dan tali karet
·        Cetakan diikat dengan tali karet
·        Siapkan adonan semen, pasir, dan air secukupnya
·        Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga penuh
·        Rendam di dalam air selama kurang lebih 2 hari
·        Buka ikatan tali karet dan cetakan secara perlahan – lahan
·        Sentuhan akhir  patung di haluskan

SENI BUDAYA II (seni patung) RALAT, ngga pake gambar


Latar Belakang

Penulis
an sengaja memilih tema/judul “SENI PATUNG” karena ingin tahu lebih jelas lagi tentang seni patung. Seni patung itu mempunyai banyak manfaat. Begitu pula fungsi patung itu sendiri yang akan penulis paparkan kedalam bab yang selanjutnya. Patung mempunyai ciri-ciri yang dapat memikat seseorang yaitu corak patung, ragam patung, dan sebagainya. Media seni patung dan cara membuat patung. Hal-hal yang ada di atas akan penulis paparkan kedalam bab yang selanjutnya.



Daftar isi
BAB 1 Pembahasan materi
.........................................................1
A     Pengertian Patung
.........................................................1
B     Tujuan Pembuatan
.........................................................1
C    Corak dan Jenis Patung
.........................................................2
D    Media Pembuatan Patung
.........................................................4
E     Teknik Pembuatan Patung
.........................................................5
BAB 2 Langkah-langkah pembuatan
.........................................................6
A     Langkah-langkah pembuatan patung
.........................................................6
BAB 3 Kesimpulan
.........................................................7





A.     Pengertian Patung
Patung merupakan karya seni rupa tiga dimensi. Kamus Besar Indonesia bertuliskan bahwa, patung adalah benda tiruan bentuk manusia dan binatang yang cara pembuatanya dipahat pengertian ini didasarkan terjemahan dari bahasa inggris SCULPTURE, karena pematung jaman dahulu menggunakan teknik pahat.
Seni patung disebut juga plasticart atau seni plastic, mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung bisa di artikan sebagai seni bentuk (bentuk-bentuk yang memiliki keindahan)
B.     Tujuan Pembuatan
Seni patung pada zaman dahulu di buat untuk kepentingan keagamaan, pada jaman hindu dan budha, patung di buat untuk menghormati dewa atau orang yang di jadikan teladan. Pada perkembangan selanjutnya patung di buat untuk monument/ peringatan suatu peristiwa besar pada suatu bangsa, kelompok atau perorangan.
Pada jaman sekarang seni patung sering di ciptakan untuk hiasan penciptanya lebih bebas dan bervariasi dan seni patung itu di ciptakan untuk dinik mati nilai keindahan bentuknya.
Secara umum berdasarkan pembutanya seni patung ada 6 macam yaitu :
·            Patung religi, untuk sarana beri badah,bermakna religius.
·            Patung monument, untuk peringatan peristiwa bersejarah atau jasa seorang pahlawan.
·            Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam kontruksi bangunan.
·            Patung dekonasi, untuk menghias bangunan atau lingkungan taman.
·            Patung seni, patung seni untuk di nikmati keindahan bentuknya.
·            Patung kerajinan, hasil dari para pengrajin.

C.     Corak dan jenis patung
Pada masa lampau sudah dikenal patung primitive seperti patung asmat di irian jaya dan sulawesi selatan (tanah toraja). Pada masa kerajaan hindu budha di jawa dan bali banyak sekali di temukan hasil karya seni patung terutama di candi hindu dan budha yang bercorak tradisional.
Dilihat dari perwujudtanya, ragam seni patung moderen dapat di bedakan menjadi 3 corak sebagai berikut :





Penampilan karya patung bermacam-macam jenisnya, hal ini dapat kita saksikan dirumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat di bedakan menjadi 3 yaitu :
·                     Patung dada


Patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada ke atas atau bagian kepala.
·                     Patung torsa
Torsa di sebut juga badan.patung torsa adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian dada,dari dada, pinggang, dan panggul.
·                     Patung lengkap
Penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dalam badan, anggota badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah serta kepala.
D.     Media Pembuatan Patung
Media seni patung adalah berupa bahan, alat, dan teknik yang diperlukan dalam seni patung.
1           Bahan
Bahan seni patung dapat di bedakan menjadi tiga yaitu :
a   Bahan lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah di bentuk misalnya: tanah liat, lilin, sabun. Tanah liat yang baik harus bersih dari kerikil, akar, rumput, dll. Daya susut tanah tidak lebih dari 10%,supaya kalau sudah kering tidak pecah/ hancur,tanah liat harus juga cukup elastis artinya mudah di bentuk, tidak telalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) mudah dapat di took, tingkat plastisinya bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek, dan agak lembek. Bahan sabun mudah di bentuk,akan tetapi ukuranya kecil, kita tidak bisa berkarya lebih besar.
b   Bahan sedang
Artinya bahan itu tidak lunak dan tidak keras. Contohnya : kayu waru, kayu sengan, kayu randu,dan kayu mahoni.
c     Bahan keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya : kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (marmer).
Selain bahan-bahan tersebut masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung yaitu semen-pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.
2     Alat
Peralatan yang digunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya alat-alat yang digunakan :
·         Butsir adalah alat Bantu untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat.
·         Meja putar adalah meja untuk membuat patung dan dapat di gerakan denagan cara diputar,fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
·         Pahat
·         Palu
·         Cetakan berfungsi untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong ikatan kawat.
·         Sendok adokan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkanya pada kerangka patung.
E.   Teknik pembuatan patung
Teknik adalah cara untuk melakukan sesuatu.teknik pembuatan patung ada 4 yaitu :
1.      Teknik  membutsin
Teknik dengan cara memijat,menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk
2.      Teknik  memahat
Teknik dengan cara menggunakan bahan yang di bentuk, teknik ini tidak bisa dilakukan penambahan/penambalan.
3.      Teknik  mencetak
Teknik ini umumnya cair atau bahan yang bisa di cairkan.
4.      Teknik  konstruksi
membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik kerangka/tanpa kerangka.

A     Langkah-langkah pembuatan patung
1.   Patung bahan lunak
Teknik membuatnya dengan cara membutsin langkah-langkah pengerjaanya sebagai berikut :
·            Siapkan tanah liat/ plastisin. Butsir, air, meja putar, gambar racangan patung.
·            Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar, sedikit demi sedikit sambil meja di putar.
·            Pijat-pijat bahan hingga mendekati bahan yang diinginkan sambil dikasih air sedikit demi sedikit, secara umum jika bahan kurang bisa di tambah, sebaiknya bila berlebihan bisa dikurangi.
·             Sempurnakan bentuk dengan alat Bantu butsir dan berikan sentuhan akhir dengan pembentukan lebih detail atau sempurna dan dihaluskan.



Setelah memaparkan isi pada bab-bab yang sebelumnya, penulis mendapatkan kesimpulan yang berkaitan dengan isi karya tulis ini. Penulis dapat menyimpulkan isi karya tulis ini sebagai berikut.

·         Seni patung dapat di lakukan di rumah sebagai pekerjaan sampingan.
·         Seni patung juga dapat mengepresikan karya sendiri.
·         Seni patung membuat rumah kita nampak lebih indah dan nyaman untuk di lihat.
·         Seni patung dapat menumbuhkan rasa kemandirian kita.