Background

Gerak Pada Tumbuhan

Gerak pada tumbuhan

A. gerak sebagai tanda hidup.
1. gerak lokomotoris/ gerak pindah tempat, biasanya pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan alga bersel satu
2. Gerak alasatonis, gerak pembengkokan bagian tanaman
3. Gerak auksatonis, gerak berupa pertumbuhan yang tidak seimbang, misalnya fototropi.

Berdasarkan penyebabnya gerak dibagi menjadi gerak autonom dan etionom.
           Gerak autonom adalah gerak yang terjadi tanpa ada penyebab dari luar, disebut juga gerak endonom/spontan.
           Gerak etionom adalah gerak karena pengaruh dari luar. Terdiri atas : taksis, tropi dan nasti.
           Taksis adalh gerak pindah tempat menuju rangsangan misal: fototaksis
           Tropi adalah gerak sebagian karena rangsangan. Jika ke arah rangsangan disebut positif dan menjauhi rangsangan negatif.( fototropi karena cahaya, kemotropi karena bahan kimia, hidrotropi karena air, geotropi karena gravitasi bumi, tigmotropi atau haptoropi karena sentuhan.
           Nasti adalah gerak yang tidak semata-mata karena adanya rangsangan. Misalnya gerak bunga pukul empat.

B. Gerak fisik
           Misal membukanya dinding sporangium, merekahnya kulit buah.

C. Fotoperiodism
           Dalam siklus hidup tumbuhan, akhir pembentukan daun dan internodus oleh meristem merupakan awal terjadinya proses pembungaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembungaan antara lain fitokrom, fotoperiodisitas, vernalisasi, dan hormon pembungaan. Fitokrom merupakan protein yang berwarna merah (chromoprotein), dan dalam tumbuhan dijumpai dua bentuk fitokrom yaitu Pr yang menyerap cahaya merah (660 nm) dan Pfr yang dapat menyerap cahaya merah jauh (730 nm). Secara biologis bentuk Pfr bersifat aktif, sedangkan Pr tidak. Dalam tubuh tumbuhan Pr dapat diubah menjadi Pfr dan sebaliknya, proses ini disebut fototransformasi. Pada beberapa jaringan perubahan Pr ke Pfr tidak selalu diikuti dengan terjadinya respon morfogenetik. Berdasarkan adanya respon tumbuhan terhadap lamanya penyinaran (fotoperiodisitas) dalam proses pembungaan, maka tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: (1). Tumbuhan hari pendek (short day plant); (2). Tumbuhan hari panjang (long day plant); dan (3). Tumbuhan hari netral (neutral day plant). Pada proses pembungaan yang merupakan periode kritis adalah panjang malam (periode gelapnya). Proses pembungaan tumbuhan tertentu dapat dirangsang dengan perlakuan temperatur rendah (vernalisasi). Pada dasarnya vernalisasi tidak hanya untuk pembungaan tetapi dapat pula diperlakukan pada biji-biji tumbuhan tertentu sebelum perkecambahan. Temperatur optimum untuk vernalisasi berkisar antara 0 - 5oC. Zat yang bertanggung jawab meneruskan rangsangan vernalisasi disebut vernalin, yaitu suatu hormon tumbuh. Hormon tumbuh yang berperan dalam proses pembungaan disebut florigen. Asam giberelin (GA) merupakan salah satu hormon tumbuh yang berperan dalam proses pembungaan, tetapi tidak semua GA efektif untuk merangsang pembungaan, misal GA6 dan GA8.

kelompok tubuhan yang berfotoperiodisme adalah
1. tumbuhan hari pendek; artinya hanya memerlukan penyinaran/ cahaya matahari < 12 jam contohnya adalah: kentang, ktela rambat, kacang-kacangan dan strawberi 2. Tumbuhan hari panjang artinya hanya memerlukan penyinaran/ cahaya matahari > 12 jam contohnya adalah:bayam, lobak dan salada

3. Tumbuhan hari netral artinya; tumbuhan yang lama penyinarannya tidak memrlukan waktu yang maksimal atau minimal artinya netral contohnya adalah tomat, cabe dan strawberi

Categories: Share

1 komentar: